Cacar Air dan Herpes Zoster pada Anak IDAI Ingatkan Orang Tua – Cacar air (varicella) dan herpes zoster merupakan dua penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Cacar air biasanya menyerang anak-anak dan ditandai dengan munculnya ruam merah berisi cairan, demam, dan rasa tidak nyaman. Sedangkan herpes zoster, atau yang sering disebut cacar ular, muncul ketika virus varicella-zoster yang sudah ada dalam tubuh kembali aktif, biasanya pada usia dewasa atau fashionette.id anak dengan daya tahan tubuh menurun.
Penting bagi orang tua untuk memahami perbedaan keduanya agar dapat memberikan penanganan yang tepat sejak dini. Cacar air bersifat menular, terutama melalui udara atau kontak langsung dengan penderita, sedangkan herpes zoster lebih jarang menular tetapi tetap memerlukan perhatian medis.
Gejala Cacar Air pada Anak
Gejala cacar air biasanya muncul 10–21 hari setelah paparan virus. Anak-anak yang terinfeksi umumnya menunjukkan tanda-tanda berikut:
- Demam ringan hingga sedang
- Ruam merah yang berubah menjadi lepuh berisi cairan
- Rasa gatal intens yang dapat membuat anak rewel
- Kehilangan nafsu makan dan mudah lelah
Meski sebagian besar kasus cacar air pada anak tergolong ringan, komplikasi seperti infeksi kulit sekunder atau radang paru-paru dapat terjadi, terutama pada anak suzukibandungonline.id dengan kondisi imun yang lemah.
Gejala Herpes Zoster pada Anak
Herpes zoster lebih jarang terjadi pada anak-anak, namun risiko tetap ada, terutama pada anak yang pernah mengalami cacar air di usia dini atau memiliki sistem kekebalan tubuh rendah. Gejalanya meliputi:
- Ruam berupa lepuh yang muncul di satu sisi tubuh
- Nyeri atau sensasi terbakar pada area ruam
- Demam ringan dan rasa tidak enak badan
- Rasa gatal atau kesemutan di area yang terkena
Herpes zoster dapat menimbulkan komplikasi, termasuk nyeri persisten setelah lepuh sembuh (postherpetic neuralgia), meskipun ini lebih sering terjadi pada orang dewasa.
Pentingnya Imunisasi Sejak Dini
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi merupakan langkah utama untuk melindungi anak dari cacar air dan mengurangi risiko herpes zoster di kemudian hari. Vaksin varicella direkomendasikan diberikan sejak anak berusia 12–15 bulan dengan dosis kedua pada usia 4–6 tahun.
Manfaat imunisasi meliputi:
- Mencegah infeksi cacar air yang berat
- Mengurangi kemungkinan komplikasi serius
- Menurunkan risiko munculnya herpes zoster di masa depan
- Meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity)
IDAI menekankan bahwa vaksinasi tidak hanya melindungi anak yang divaksin, tetapi juga anak-anak lain yang belum atau tidak dapat divaksin karena alasan medis.
Tips Perawatan dan Pencegahan di Rumah
Selain imunisasi, orang tua dapat melakukan langkah-langkah berikut untuk mengurangi risiko dan gejala:
- Jaga kebersihan tangan dan lingkungan anak
- Hindari kontak dengan orang yang sedang terinfeksi cacar air atau herpes zoster
- Gunakan pakaian longgar dan nyaman untuk mengurangi rasa gatal
- Konsultasikan ke dokter jika gejala memburuk atau anak mengalami demam tinggi
Dengan langkah-langkah ini, risiko komplikasi dapat diminimalkan dan proses pemulihan anak dapat berlangsung lebih cepat.
Kesimpulan
Cacar air dan herpes zoster merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi sejak dini. Memahami gejala dan perbedaan kedua penyakit ini sangat penting agar orang tua dapat bertindak cepat. IDAI menekankan bahwa vaksin varicella adalah kunci untuk perlindungan optimal, memastikan anak-anak tetap sehat, aktif, dan terhindar dari risiko komplikasi serius di masa depan.